Prononciation (pengucapan) secara umum
Pengucapan bahasa Prancis cukup sulit, oleh karenanya perlu diterangkan tahap demi tahap.  Sebagai tahap awal kita harus menguasai tanda baca yang penulis sebutkan diatas, dan kemudian diteruskan dengan mempelajari dan memahami  bunyi huruf hidup, huruf mati, huruf mati penutup, suara hidung, h bisu, liaison . Cara melafalkan huruf-huruf ini sangatlah penting sebab peraturan pengucapan yang tercakup didalamnya merupakan bagian dari bahasa itu sendiri.

Selanjutnya Anda akan mempelajari lebih mendalam cara mengucapkan kata-kata dalam bahasa Prancis, yang tentunya berbeda dengan bahasa Indonesia. Yang terpenting bahwa tekanan suara (aksen) dalam bahasa Prancis terletak hampir selalu pada suku kata terakhir dari kata, atau pada kata terakhir dari sebuah kelompok kata atau dari sebuah kalimat.

Peraturan :
Aksen dalam bahasa Prancis selalu jatuh pada suku kata terakhir dari sebuah kata, kecuali jika suku kata ini terkandung e yang tidak bersuara. Aksen dalam kelompok kata atau kalimat selalu jatuh pada kata terakhir dari kelompok kata atau kalimat.

Orang Prancis lazimnya mengucapkan huruf hidup (a, e, i, u, o) pada paling depan dari mulut mereka, dataran di belakang gigi seri paling atas. Inilah yang membuat pengucapan mereka lebih jelas dan lebih tajam, dan yang penting lagi hal ini dapat membuat mereka berbicara dalam tempo cepat.
Namun yang paling menarik sebenarnya adalah kehadiran bunyi hidung atau disebut suara sengau dalam bahasa ini, yang terkenal dengan sebutan les voyelles nasales (vokal sengau). Bunyi demikian tidak akan kita temui dalam bahasa Indonesia, Belanda, Jerman bahkan Inggeris.

Contoh : nations habitants langue
enfin africain ensemble
un canadiens continent
Dalam contoh tersebut, huruf yang ditulis dengan huruf miring adalah bunyi sengau.
Lalu akan timbul pertanyaan :  apakah bunyi hidung itu?
Pelajarilah selanjutnya peraturan berikut.

Vokal sengau yaitu suara yang timbul apabila udara pada waktu pengucapan tidak hanya dikeluarkan melalui rongga mulut, tetapi pada waktu yang sama juga keluar melalui rongga hidung.

Vokal sengau hanya bisa muncul apabila n atau m didahului oleh sebuah huruf hidup atau kombinasi dari beberapa huruf hidup.

[ ě  ] dapat ditulis sebagai : en, in, ain, ein : canadien, enfin, africain, frein: im, aim, eim : timbre, daim, Reims.
[ ã ] dapat ditulis sebagai : an, am, en, em : habitant,     chambre, ensemble.
[ ũ ] dapat ditulis sebagai : un, um : un, humble.
[ õ ] dapat ditulis sebagai : on, om : nation, ombre.

Peraturan
Sebuah huruf hidup diikuti oleh nn atau mm atau n atau m + huruf hidup → bukan suara sengau. Huruf hidup + n atau m sendiri, bersuara sengau, jika :
n atau m berada pada akhir kata
n atau m diikuti oleh suatu huruf mati lain dari n atau m.
Contoh :
Arti Suara sengau  Bukan suara sengau
satu tahun un an [ã] une annee [annee]
bagus bon [bõ] bonne [bon]
sawo mateng brun [brũ] brune [brun]
majikan un patron [patrõ ] une patronne [patron]
sebuah, satu un [ũ] une [un]


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kuasai Bahasa Prancis - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -