Showing posts with label L'Adjectif. Show all posts

Tingkat perbandingan (dégres de comparaison)

Seperti bahasa lain, bahasa Prancis juga mengenal tingkat perbandingan. Tingkat perbandingan ini dapat dibuat baik pada adjektiva maupun adverbia, yaitu dengan cara menentukan adjektiva masing-masing pada tingkat biasa, tingkat lebih dan terakhir tingkat paling/ter. 

Penempatan tingkat perbandingan pada adjektiva mengikuti aturan adjektiva yang berlaku secara umum. Artinya tingkat perbandingan dapat diletakkan di belakang atau di depan nomina. 
Perhatikan contoh tingkat perbandingan berikut ini :

1) Tingkat biasa (le positif).
Contoh :
un petit garçon  - seorang anak laki-laki kecil.
un homme riche – seorang laki-laki kaya.
Marie est grande – Marie adalah besar.

2) Tingkat lebih (le comparatif).
Contoh :
un plus petit garçon – seorang anak laki-laki lebih kecil.
un homme plus riche – seorang laki-laki lebih kaya.
Henriette est plus grande – Henriette adalah lebih besar.

3) Tingkat ter-/paling (le superlatif).
Contoh :
le plus petit garçon – anak laki-laki paling (ter-) kecil.
l’homme le plus riche – laki-laki paling (ter-) kaya.
Maman est la plus grande – Ibu adalah paling (ter-) besar.
Anda telah mempelajari tingkat perbandingan baik untuk kata benda jantan maupun betina.
Setiap jenis nomina menentukan perubahan adjektiva termasuk penyimpangannya. Ikuti contoh berikut :

Il est plus âgé que toi. - dia lebih tua daripada kamu.
Il est aussi âgé que toi. - dia berumur sama dengan kamu.

Contoh lain:
Mais il a déjà plus de soixante-dix ans. Di sini kakek tidak dibandingkan dengan orang lain, tetapi semata hanya ditentukan dengan jumlah tahun.

Attention!
Ada sejumlah terbatas kata sifat yang mempunyai tingkat lebih dan paling (ter-) dengan bentuk sendiri, tidak dari tambahan plus. Misal : la vôtre est meilleure.

Dégres de comparaison

Adjektiva di muka huruf hidup dan h bisu (l’adjectif devant les voyelles et h muet)
Dalam uraian terdahulu, kita telah mengenal beberapa adjektiva untuk jenis betina dengan bentuk tersendiri. Adjektiva bentuk jantan beau, bentuk betinanya yaitu belle. Selain itu masih ada bentuk jantan lain disamping beau, yaitu bel.

le beau jardin - kebun cantik itu
le bel arbre - pohon cantik itu
la belle maison - rumah cantik itu
les beaux jardins - kebun-kebun cantik itu
les belles maisons - rumah-rumah cantik itu

Oleh karena “arbre” adalah tunggal jantan yang diawali dengan huruf hidup, maka kata sifat beau (cantik) harus diubah menjadi “bel” karena telah terjadi 2 huruf hidup yang diucapkan secara bersamaan. Sementara bentuk jamaknya tidak masalah dikarenakan les beaux arbres, dibelakang beau ada x yang memudahkan ucapan. Lafal les beaux arbres, x berkontraksi menjadi z (lè bo: zarbre).

Dan selanjutnya bagaimana penjelasan  Anda, dan mengapa menjadi un bel habit?

Jawabannya : 
habit diawali dengan h bisu atau tidak diucapkan, sehingga secara otomatis ucapan ditarik menyatu dengan a, un bel habit [be:labi]. Bila dimuka tunggal betina ada belle, maka belle menjadi awal bagi huruf hidup berikutnya: une belle action [belaksyiõ) – tindakan cantik ; yang dimulai dengan sebuah huruf mati : une belle robe – gaun indah; yang dmulai dengan sebuah h bisu : une belle horloge – jam yang cantik.

Selanjutnya pelajarilah beberapa kata sifat dengan 2 bentuk tunggal jantan berikut ini :

tunggal jantan  tunggal betina
cantik – beau bel belle
baru – nouveau nouvel nouvelle
tua – vieux       vieil vieille
jamak jantan jamak betina
beaux belles
nouveau nouvelles
vieux vieilles
un bel habit
un fol orgueil
un frère-jumeau, une soeur jumelle (saudara kembar).

Formasi betina  (la formation du féminin)
Untuk membuat adjektiva menjadi betina, lazimnya ditambahkan huruf e pada adjektiva jantan. Penulisannya dilakukan dengan cara berikut:

a. Perubahan dari huruf mati penutup;
neuf – neuve – baru
actif – active – aktif
frais – fraîche – segar
blanc – blanche – putih
public – publique – terbuka
caduc – caduque – hampir roboh
long – longue – panjang.
noir – noire
civil – civile
normal – normale
interieur – interieure
turq – turque - turki
gris – grise – abu-abu
complet – complète – lengkap
bénin – bénigne – ramah tamah, sabar
malin – maligne – jahat, suka mengganggu.

Exemples :
Son costume est neuf. Sa robe est neuve. (f menjadi v + e)
Il est heureux (berbahagia). Elle est heureuse. (x menjadi s + e)
Ce feu est dangereux (Api itu berbahaya). La situation est dangereuse. (x menjadi s + e)
Cet animal est doux (lembut). Sa voix est est douce. (x menjadi c + e)
Il joue faux (curang). Sa voix était fausse (sumbang). (x menjadi ss + e)
L’air est frais. L’eau est fraîhe. (s menjadi ch + e + accent circonflexe)
Il est franc. Elle n’est pas franche. (c menjadi ch + e)
Le mur est blanc. La maison est blanche. (c menjadi ch + e)

b. Menggandakan huruf mati penutup;
cruel – cruelle – kejam
bon – bonne – baik, enak
européan – européenne – orang Eropa
sot – sotte – tolol
muet – muette
dévot – dévotte – saleh, beriman
bas – bass – rendah
moyen – moyenne – tengah

Exemples :
Cet homme est cruel. Cette femme est cruelle. (penggan-daan l + e)
Pierre est gentil (Pierre baik hati). Henriette est gentille. (menggandakan l + e)
Le jambon est bon. La saucisse est bonne. (mengganda-kan n + e)
Ce livre est épais (Buku itu tebal). Cette étoffe n’est pas épaisse. (menggandakan s + e)
Le toit est bas (Atap itu rendah). La maison est basse. (menggandakan s + e)
c. Menambah accent grave;
léger – légère – ringan
inquiet – inquiète – khawatir.
secret – secrète – rahasia
discret – discrete – berbeda
sec – sèche – kering
amer – amère – menyedihkan
fier – fière – sombong, tinggi hati
cher – chère – tersayang, mahal
premier – première – pertama

Exemple :
Le paquet est léger. Cette plume est légère. (accent grave + e)
Papa est inquiet. Maman est inquiète. (accent grave + e)
Remarque : Kata sifat yang telah berakhir dengan – able, - ible, - uble, - ique, - aire seperti aimable, possible, fanatique, militaire tetap tidak berubah.

L’adjectif devant les voyelles et h muet

Kata sifat dikenal pula dengan adjektiva adalah kata yang menerangkan tentang sifat, keadaan, watak, tabiat orang/binatang/benda. Pada umumnya kata sifat dapat bertugas sebagai predikat dan pelengkap. Adjektiva dalam  bahasa Prancis punya sifat yang berbeda dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, adjektiva diletakkan dibelakang nomina atau menggunakan hukum DM (Diterangkan Menerangkan). 
Sebaliknya dalam bahasa Prancis, adjektiva pada adjektiva tertentu harus ditempatkan di muka nomina tetapi pada adjektiva tertentu juga diletakkan di belakang nomina. Namun secara umum, adjektiva dalam bahasa Perancis terletak di belakang nomina sama seperti bahasa Indonesia.

Contoh : Vous êtes le directeur d’une grande usine (Anda adalah direktur dari sebuah pabrik besar).
Kata grand (besar), disebut adjektiva, yang menerangkan sesuatu mengenai kata benda usine (pabrik) dan terletak di muka nomina (usine).

Bentuk dan tempat (forme et place)
Sebenarnya orang membedakan adjektiva dengan makna relatif seperti utile, chaud, joli, gai, triste etc dan makna mutlak seperti carré, triangulaire, ainé, cadet, final, unique, oral dan –lain. Namun jika dibandingkan dengan bahasa lain maka terlihat bahasa Prancis kurang mengenal adjektiva bermakna mutlak (Dr. E.C. van Bellen, Franse spraakkunst voor iedereen, p.138). Jadi bahasa Prancis :

1) Tidak punya adjektiva bahan dasar, jadi ditulis: une montre d’or – sebuah jam emas, des muscles de fer – otot-otot baja.
2) Warna dan nuansa warna sering dinyatakan melalui nomina secara tidak berubah dengan nilai mutlak : des robes jonquille (kuning muda). Perhatikan juga: les roues de devant (roda depan), des journées sans viande (hari-hari tanpa daging).

Adjektiva dalam bahasa Prancis memiliki bentuk berbeda untuk jenis jantan, betina, tunggal dan jamak.
le grand bureau la grande usine
les grands bureaux les grandes usines
akhiran menyatakan sbb.:
laki-laki tunggal -
laki-laki jamak + s
perempuan tunggal + e
perempuan jamak + es

Peraturan :
Dalam bahasa Prancis, adjektiva memperlakukan diri menuruti nomina.

Remarque  :
Tentu saja nomina berjenis jantan dengan akhiran “e tak bersuara” dalam betinanya tidak ada tambahan e kedua: jaune (kuning) dan malade (sakit), sehingga dapat digunakan baik untuk jantan maupun betina.

Exemples (contoh) :
Papa est malade - Ayah sakit
Maman est malade - Ibu sakit
Les hommes sont malades - Orang-orang laki sakit
Les femmes sont malades - Orang-orang perempuan sakit.

Demikian pula untuk jenis laki-laki jamak tidak mendapat tambahan s di belakang kata yang sudah dengan akhiran s dalam tunggalnya s seperti: gras (gemuk) dan gris (abu-abu).

Exemples :
L’âne est gris - Keledai itu abu-abu.
La souris est grise - Tikus itu abu-abu.
Les ânes sont gris - Keledai-keledai abu-abu.
Les souris sont grises - Tikus-tikus abu-abu.

Voici quelques couleurs (Ini beberapa warna) :
rouge - merah
blanc - putih
jaune - kuning
bleu        - biru
violet - ungu
brun        - sawo matang
noir        - hitam
gris        - abu-abu
vert        - hijau
lila        - lila (ungu merah muda)
orange - (tak berubah dalam jamak)
oranye - (berubah dalam jamak)
rouge foncé - merah tua
rouge clair - merah muda
bleuâtre - kebiru-biruan
rougeâtre        - kemerah-merahan.

Exemple :
Les couleurs de notre drapeau national sont rouge et blanc.
(Warna dari bendera nasional kita adalah merah dan putih). 
Untuk melanjutkan pembahasan, berikut kami ulangi lagi uraian mengenai penempatan kata sifat secara tepat seperti dibawah ini.

Penempatan adjektiva dalam bahasa Prancis secara umum menyerupai bahasa Indonesia yaitu di belakang nomina.

Exemples :
le chat gris - kucing abu-abu itu
la porte rouge - pintu merah itu
les chien malades - anjing-anjing sakit itu
les pays bas - negeri-negeri rendah itu
(Nederland diterjemahkan baik dengan la Hollande maupun les Pays-Bas).

Namum ada 17 adjektiva, yang dikecualikan dari aturan di atas, dimana adjektiva harus diletakkan di depan nomina. Sementara adjektiva yang tidak termasuk kedalam jumlah tersebut harus berada di belakang nomina. Hapallah 17 adjektiva tersebut dengan sebaik-baiknya. 

long, gros, beau – panjang, gemuk, cantik.
jeune, joli, haut – muda, menawan, tinggi.
petit, vieux, grand – kecil, tua, besar.
bon, mauvais, méchant – bagus, jelek, nakal.
autre, saint, nouveau – lain, suci, baru.
premier – pertama, dernier  - terakhir.

Selanjutnya beberapa adjektiva yang bisa diletakkan didepan atau dibelakang nomina, namun artinya berbeda. Contoh :

un brave homme - seorang kawan yang tidak meragu
un homme brave - seorang laki-laki berani
un homme pauvre - seorang laki-laki miskin
un pauvre homme - seorang laki-laki tidak beruntung
un livre nouveau - sebuah buku baru (baru terbit)
un nouveau livre - sebuah buku lain
une maison propre - sebuah rumah bersih
sa propre maison - rumahnya sendiri

Voici un beau café au lait. – Ini suatu kopi susu yang enak.

Beberapa adjektiva mempunyai pengecualian bentuk betinanya seperti terlihat pada skema berikut ini.
long, panjang –  longue – longues – une longue rue
vieux, tua –  vieille – vieilles – une vieille maison
beau, bagus –  belle – belles – une belle saison
nouveau, baru –  nouvelle – nouvelles - une nouvelle usine
bon – bonne, baik –  bonnes - une bonne ecole
gros – grosse, gemuk –  grosses – une grosse femme.

L'Adjectif

►

- Copyright © Kuasai Bahasa Prancis - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -