Lafal abjad (prononcer l'alphabet)
Dalam bahasa Indonesia, ejaan yang berlaku dewasa ini disebut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) berjumlah 26 buah huruf dan 28 fonem, yang meliputi fonem huruf hidup dan fonem huruf mati. Arti fonem, yaitu lambang dari 2 huruf berbeda. Huruf e melambangkan fonem /e/ dan /é/; huruf i melambangkan fonem /i/ dan /y/; dan huruf u melambangkan fonem /u/ dan /w/. Misalnya elang, dera, enak dan bemo. Demikian pula huruf mati melambangkan fonem huruf mati yang berjumlah 23 huruf tersebut. Contoh fonem konsonan seperti pada huruf /b/ : laba, kitab; fonem /m/ misalnya pada madu, dalam, dan sebagainya.
Bahasa Prancis memakai 24 huruf dimana huruf k dan w tidak digunakan kecuali pada kata-kata yang berasal dari luar bahasa Prancis. Pelajari lafal berikut ini dengan baik.
a dibaca : aa
n dibaca : en
b
,, bee
o
,,
o
c
,, see
p
,,
pee
d
,, dee
q
,,
kuu
e
,, ee
r
,,
er
f
,, ef
s
,,
es
g
,, zyee
t
,,
tee
h
,, asy
u
,,
uu
i
,, i
v
,,
vee
j
,, zyee
w tidak dipakai
k tidak dipakai
x dibaca :
iks
l dibaca : el
y
,,
i-grek
m
,, em
z
,,
zed
Lafal vokal (Les Voyelles)
Huruf a
Huruf a, dibaca seperti a biasa dalam bahasa Indonesia.
la dibaca : la artinya : itu
par ,,
par ,, oleh
Huruf e
Huruf e, dibaca bermacam-macam sbb.:
Seperti e pada kata: beras, lekas, dsb. Contoh kata Prancis:
le (dibaca le artinya itu) dan
de (dibaca de artinya dari).
Seperti e pada kata ekor, enak dsb. Dalam kata Prancis:
fer (dibaca fer artinya besi) dan
sel (dibaca sel artinya garam).
Seperti e, yang hampir tidak dibaca jika pada akhir kata bersuku satu atau lebih. Contoh:
triste (dibaca trist(e) artinya : menyedihkan),
comme (dibaca komm(e) artinya seperti);
rose (dibaca roz(e) artinya mawar) dsbnya.
Huruf e dengan tanda garis kecil miring diatasnya (è). Tanda seperti ini dalam bahasa Prancis disebut
accent grave. Huruf e dengan tanda ini dibaca seperti kata fer di atas, namun disertai tekanan. Contoh:
père (dibaca pèr(e) artinya ayah);
mère (dibaca mèr(e) artinya ibu).
Huruf e dengan tanda atap lancip (â). Tanda ini disebut
accent circonflexe. Huruf e dengan tanda ini dibaca seperti è namun tetapi agak panjang. Contoh:
tête (dibaca tèt(e) artinya kepala);
même (dibaca mèm(e) artinya sendiri).
Huruf e dengan garis kecil miring dari kiri bawah ke kanan atas. Simbol (΄) ini dinamai
accent aigu. Bunyinya seperti e pada kata-kata: tauge, sate, lotre, berabe dalam bahasa Indonesia, hanya lebih panjang. Contoh:
été (dibaca eetee artinya musim panas);
école (dibaca eekol artinya sekolah).
Huruf e yang diakhiri huruf z menjadi ...........ez lafalnya seperti ee. Misalnya nez (dibaca nee, z tidak diucapkan!) artinya hidung. Demikian pula bila e ini diikuti dengan r, jadi ......er dari verba, suaranya juga menjadi ee. Contoh:
donner (dibaca : donnee) artinya memberi (kan);
montrer (dibaca : mõtree, suaranya sama dengan mongtree dimana mong sebagai suara sengau: memperlihatkan);
aller (dibaca : allee artinya pergi), dan sebagainya.
Huruf i
Huruf i, bunyi i seperti dalam kata Indonesia “sisi”. I ini akan berubah jika diikuti n, jadi – in, suaranya bisa menjadi sengau. Hal tersebut akan diterangkan kemudian. Contoh:
il (dibaca: il) artinya dia laki-laki);
oui (dibaca : wi artinya ya).
i + huruf hidup
I + huruf hidup, yang diucapkan sangat pendek, menyatu ucapannya dengan huruf mati yang ada didepannya. Misal:
ciel,
miel,
vieux. Ketiga kata ini harus diucapkan :
ciyel,
myel,
viye.
Selanjutnya harap diperhatikan lafal untuk kata monsieur (tuan/pak):
monsieur, pengucapan o seperti e tidak bersuara; n tidak diucapkan dan juga tanpa suara hidung! Lalu ucapkan s secara tajam, yang disambungkan dengan y menjadi sy. Jadi monsieur dilafalkan [
mesyeu].
Huruf o
Huruf o, bunyi o seperti dalam kata Indonesia “borgol”. Contoh:
porte (dibaca : port(e) artinya pintu);
or (dibaca or artinya emas). Bila di atas o ini bersimbol ‘atap lancip’ (ô), maka suara o ini lebih panjang.
Huruf u
Huruf u, suaranya lebih panjang dari pada u dalam bahasa Indonesia. Contoh: bunyi u dalam kata Prancis:
mur (dibaca : muur - tembok);
sur (dibaca : suur artinya di atas), dan sebagainya. Seperti halnya o, bila diatas huruf u terdapat atap lancip (û), maka suara u ini lebih panjang.
Vokal selain a, e, i, o, u
Dalam kata-kata Prancis ditemui cukup banyak kata-kata dengan memiliki 2 atau lebih huruf hidup umpama:
soeur (saudara perempuan);
peuple (penduduk);
vieux (tua). Dalam bahasa Indonesia huruf gabungan ini termasuk ejaan unsur serapan dari bahasa asing atau bahasa daerah, dan selanjutnya dieja secara Indonesia dengan kaidah tertentu.