Tanda baca dan simbol (ponctuation et symboles)

Dalam bahasa Prancis selain menggunakan tanda baca (trait d’union) seperti yang kita ketahui dalam bahasa Indonesia (titik, koma, titik koma, tanda petik, tanda tanya, titik dua, tanda seru dan sebagainya) juga menggunakan tanda baca tambahan. Tanda bacaan tambahan ini bertujuan agar supaya lafal huruf-huruf dalam bahasa Prancis dapat diucapkan secara benar. Sebab dengan membubuhkan tanda baca tambahan ini diharapkan pengucapan kata-kata tidak meleset dari lafal yang seharusnya. Orang Prancis menghendaki agar pengucapan kata-kata dalam bahasa mereka dilakukan dengan benar terutama sekali oleh orang asing (bukan Prancis).

Accent grave
Accent grave ( ` ) : père, à
à diucapkan tanpa aksen. Bunyi à tidak berkaitan dengan a (konyugasi orang ketiga tunggal pada verba avoir -mempunyai). Tanda baca seperti ini disebut pula oleh sementara penulis dengan  “tekanan keras.”

Accent aigu
Accent aigu ( ´ ) : répéter, réparer
é  dilafalkan antara e dan i atau ee, bersuara seperti b (bee- abjad bahasa Indonesia). Tanda baca demikian disebut pula dengan “tekanan paling keras”.

Accent circonflexe
Accent circonflexe ( ˆ ) seperti pada: maître (majikan).
Bunyi aî ini seperti kita menyebut ei pada kata Mei hanya lebih bertenaga. Jadi maître [lafal: mè:tr atau seperti meetr]. Tanda baca seperti ini disebut juga “tekanan lembut”.

Cédille
Cédille ( ¸ ) : garçon, français
Dalam bahasa Indonesia, huruf c biasa diucapkan seperti cee. Sedangkan dalam bahasa Inggeris lazim diucapkan seperti k (come [kam]; coin [koin]). Bila huruf c ini diberlakukan pula pada bahasa Prancis, maka otomatis akan diucapkan seperti k. Pada kata-kata garçon (anak laki-laki) dan Français (orang Prancis) haruslah dilafalkan seperti [garkõ] dan [frankè]. Oleh karena itu, untuk mencegah agar jangan diucapkan seperti k, maka sebuah cédille harus dilekatkan dibawah c, bila c ini berada di depan a, o atau u. Setelah itu, tanda ç ini harus diucapkan seperti s, misalnya : garçon [baca: garsõ atau seperti garsong). Simbol õ artinya harus kita lafalkan sengau atau seperti ong dalam bahasa Indonesia.

Apostrophe
Apostrophe ( ’ )
Tanda ini sama seperti koma biasa hanya letaknya sedikit di atas huruf, misalnya  l’ami – yang berasal dari le ami. Oleh karena tidak boleh 2 huruf hidup berturut-turut, maka le ami  (le diganti l’) dan la amie dikontraksikan menjadi l’ami (kawan laki-laki) dan l’amie (kawan perempuan).
Simbol (˜)  di atas huruf o, e, u, a menandakan bahwa suara harus dilafalkan sengau.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kuasai Bahasa Prancis - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -