Lafal paduan vokal eu
Suara eu seperti eu dari kata Indonesia. Contoh: peu (dibaca: peu artinya sedikit); feu (dibaca: feu artinya api), dan sebagainya.
Lafal paduan vokal oeu
Bunyi oeu suaranya lebih panjang daripada eu. Contoh: oeuf (dibaca : euf artinya telur); la soeur (saudara perempuan) dan sebagainya.
Lafal paduan vokal ou
ou suaranya seperti u dalam “buku” bahasa Indonesia. Contoh: seperti ou (dibaca: u artinya atau); où (dibaca juga u artinya dimana); pour (dibaca : pur artinya untuk).
Lafal paduan vokal au, eau
au atau eau, suaranya seperti o dalam kata Indonesia, tetapi diucapkana agak panjang. Jangan diucapkan seperti o dalam kata orok, omong, orang. Harap diperhatikan, kombinasi huruf hidup ini tidak pernah diucapkan seperti /u:/ pada kata “boot, wood, mood, good” dalam kata Inggeris. Contoh: bateau (dibaca: batoo - kapal); beaucoup (dibaca: booku - banyak); beauté (dibaca : bootee - kebagusan, keindahan); auteur (dibaca : ooteur - pengarang); auto ( dibaca : [ootoo] bukan [oto] – mobil); autre (dibaca : ootre - lain), aussi (dibaca : oossi - juga, pula); au revoir (dibaca oo:revwaar - selamat tinggal); chapeau (dibaca : syapoo - topi); chaud (dibaca syoo - panas); nouveau (dibaca nuvoo - baru); haut (dibaca :oo - tinggi), dan sebagainya.
Lafal paduan vokal oi
oi, suaranya seperti “oa” atau “wa” dalam kata Indonesia. Tidak pernah diucapkan seperti “amboi, koi ” dalam bahasa Indonesia. Contoh: moi (dibaca “moa“atau “mwa” - saya, bentuk menekankan); roi (dibaca : rwa - raja); loi (dibaca: lwa - hukum); soir (dibaca swa:r - sore/ malam), bois (dibaca : bwa - hutan/kayu), dan sebagainya.
Lafal paduan vokal ui
ui, suaranya seperti “ui” atau “wi” dalam bahasa Indonesia. Contoh: nuit (dibaca : nwi - malam); lui (dibaca lwi - dia (orang ketiga tunggal)); puis (dibaca : pwi - sesudah itu); puits (dibaca : pwi - lubang/sumur) dan sebagainya. Tetapi :
Bila didepan “ui” ini ada huruf q, maka bunyi “qui” bukanlah [kwi], melainkan [ki] artinya siapa. Demikian pula : qu=k, jadi qui diucapkan seperti [ki]; gu=g, guirlande jadi diucapkan seperti [girlãde].
Lafal paduan vokal ei
ei, suaranya seperti e pada kata “enak” hanya lebih panjang (ê). Contoh dalam kata Prancis seperti reine (dibaca : rê-ne artinya ratu); Seine (dibaca sê-ne artinya sungai yang membelah kota Paris); dan sebagainya.
Lafal paduan vokal ai
ai, suaranya seperti è, tetapi lebih pendek dari suara ê. Contoh: main (dibaca mã, sengau - tangan); mai (dibaca : mè – bulan Mei); craie (dibaca : krè - kapur (tulis); ai-je? (dibaca : è-zye artinya punyakah saya?) dan sebagainya. Namun bunyi ai ini menjadi ee bila pada j’ai (dibaca : zyee - saya mempunyai), bunyi ai berubah menjadi zyee.
Lafal paduan vokal ie
ie, suaranya seperti huruf i dalam bahasa Indonesia. Jadi bunyi e di akhir kata tidak diucapkan! Contoh: amie (dibaca : ami - kawan perempuan); Tetapi jika ie ini tertutup atau diikuti oleh huruf mati, suaranya menjadi sangat pendek dan menyatu dengan bunyi huruf mati yang mengikutinya. Contoh : ciel (dibaca syel - langit); miel (dibaca myel - madu); Pierre (dibaca piye:r - nama laki-laki, Pierre). “ie” suaranya i-ee jika ditutup dengan huruf yang“tidak turut dibaca ”. Contoh: pied (dibaca pi-ee artinya kaki).
Accent circonflexe di atas huruf hidup
â, ê, î, ô, û
Jika di atas huruf hidup terdapat accent circonflexe, maka huruf hidup ini harus diucapkan lebih panjang daripada huruf hidup yang sama tanpa tanda baca ini.
Bandingkan antara 2 kelompok kata-kata ini :
le pas [pa] – langkah; la pâte [pa:t] – adonan
dit [di] – berkata; le dîme [di:m] – bagian ke 10
le dos [do] – punggung; le dôme [do:m] – kubah
sur [sur] – di atas sûr [su:r] – tentu
Perhatikan! : Latihlah ucapan kata ini dengan sebaik-baiknya karena akan sering digunakan!