Konstruksi infinitif

Infinitif berarti bentuk verba dasar. Kontruksi ini banyak dipakai dalam bahasa Prancis. Pemakaian infinitif dapat diterapkan dengan atau tanpa preposisi (de, à).

tanpa kata depan; 
Contoh :
1. Il voudrait mieux suivre cette route (lebih baik mengikuti jalur ini).
2. Nous avons decidé de prendre cette route (kami telah memutus meng-gunakan jalur itu).
3. Cela nous permet d’ être là cinq heures (Itu memakan waktu 5 jam sampai ke sana).
4. Nous réussirons à trouver une route directe (kami berhasil menemu-kan sebuah jalur yang langsung).

Bangun perseorangan dalam kalimat 1 (vaudrait mieux) diikuti oleh infinitif, tidak diawali oleh suatu kata depan. Begitu pula dalam :
    Je veux travailler. - aku mau bekerja.
    Il ne peut pas venir. - dia tidak dapat datang.
    Je ne sais  pas nager. - saya tidak bisa berenang.
Nous devons rester. - kami harus tinggal.
Il nous faut rester. - kami harus tinggal.
Je n’ose pas parler. - aku tidak berani berbicara.
Je préfère partir. - saya lebih suka untuk berangkat.
Il désire voyager par train. - dia hendak bepergian dengan kereta api.
Il éspère revenir demain. - dia berharap untuk datang lagi besok.
Elle compte partir. - dia bermaksud untuk berangkat.
 J’aime mieux rester. - saya lebih suka tinggal.

didahului oleh de;
Bangun perseorangan pada kalimat 2 (avoir decidé) dan 3 (permet) diikuti satu infinitif diawali kata depan de. Seperti juga pada :
J’ai essayé de faire ce travail. -  Saya telah mencoba untuk mengerjakan pekerjaan itu.
Je lui défends de parler. -   Aku melarang dia untuk berbicara.
Il m’a promis de revenir.  -   Dia telah menjanjikan saya untuk datang lagi.
Il a cessé de neiger. -   Hari telah berhenti hujan salju.
Maman propose de rester. -   Ibu anjurkan untuk tinggal.
Nous regrettons d’ être venus. -   Kami sangat menyesal telah datang.
Il nous demande de venir. -    Dia minta saya untuk datang.
   Elle vous prie de rester. -    Dia memohon Anda untuk tinggal.

didahului oleh à.
Bangun perseorangan pada kalimat 4 (reussirons) diikuti satu infinitif, diawali dengan kata depan à. Begitu juga dalam :
Il nous invite a rester. -   Dia mengundang kami untuk tinggal.
Elle se met à travailler. -   Dia mulai bekerja.
Il apprend à chanter. -   Dia belajar bernyanyi.
Il commence à pleuvoir. -   Hari mulai hujan.
Je continue à travailler. -   Saya melanjutkan dengan bekerja.
Attention!
Verba-verba diikuti dengan à + infinitif, jumlahnya sangatlah sedikit. Begitu pula verba diikuti dengan infinitif tanpa preposisi. Yang paling banyak yaitu : verba + de + infinitif (contoh b).

konstruksi j’ai dû/pu/voulu + infinitif
Adakalanya dalam suatu bahasa asing boleh menempatkan 2 infinitif secara berurutan dalam sebuah kalimat. Sedangkan pada bahasa lain tidak boleh. Tetapi yang harus kita ingat bahwa dalam bahasa Prancis tidak lazim memasukkan 2 infinitif kedalam sebuah kalimat. Dalam praktiknya, bahasa Prancis menggunakan kata bagian masa lampau atau partisip masa lalu sebagai pengganti infinitif pertama, sedangkan verba kedua memakai infinitif.
Contoh :
J’ai pu acheter une caravane    ik heb een caravan kunnen kopen  .
Tu as voulu payer kamu telah mau membayar.
Il a entendu chanter       dia (m) telah mendengar bernyanyi.
Elle a pu venir     dia (f) telah dapat datang.
Nous avons osé mentir       kami telah berani berbohong.
Vous avez vu tomber       kamu semua/Anda telah melihat terjatuh.
J’avais pu donner un franc saya telah dapat memberi 1 franc.
J’avais voulu acheter le cheval  – saya telah mau membeli kuda.
Bentuk ini umumnya menggunakan kata kerja : bisa, boleh, harus, mau, berani (dinamakan kata kerja bantu cara/wijze atau kata kerja bantu modal). Pun konstruksi begini  dijumpai setelah kata kerja : mendengar, melihat, membiarkan.

Urutan kata
Seperti struktur kalimat yang berlaku secara umum, urutan kata dalam setiap bahasa meliputi : subjek – predikat – pelengkap penderita – pelengkap penyerta. Susunan seperti itu masih tetap berlaku meskipun dalam kalimat itu terkandung keterangan tempat atau waktu. Urutan ini berubah bila :

Pada kalimat bertanya.
Ada 3 cara yang dapat ditempuh untuk membuat kalimat bertanya, seperti:
1. nada bertanya : je chante. – saya menyanyikan (bukan bertanya, suara menurun di akhir kalimat). Je chante? – saya bernyanyi? (bertanya, suara mendaki di akhir kalimat). 
2. est-ce que = rumus bertanya.
Je chante – aku menyanyi (bukan bertanya). Est-ce que je chante? -  apakah saya menyanyi (bertanya, terlihat adanya tanda tanya, adanya suara meninggi).
3. inversi, yaitu subjek diletakkan di belakang bangun perseorangan.
NB: Inversi hanya dimungkinkan bila subjek adalah sebuah kata ganti orang.
Tu chantes - chantes-tu?
Il chante - chante-t-il?
Elle chante - chante-t-elle?
Nous chantons - chantons-nous?
Vous chantez - chantez-vous?
Ils chantent - chantent-ils?
Elles chantent - chantent-elles?
Pada chante-t-il, chante-t-elle, dan juga chante-t-on untuk memudahkan pengucapan ditambah sebuah huruf t.
Kalau subjek adalah je, untuk kalimat bertanya orang lebih suka memakai est-ce que.
Je chante – est-ce que tu chante?
Kalaupun ingin tetap menggunakan inversi, pada e bisu dari chante, harus diletakkan suatu accent aigu : chanté-je?
Jika subjeknya berupa nomina, harus digunakan est-ce que.  Contoh :
Jean chante. Est-ce que Jean chante?
Dalam hal subjek berupa kata benda, orang masih dapat menggunakan cara kedua untuk mengajukan pertanyaan. Konstruksi ini agak rumit dan karena itu  tidak populer. Contoh :
positif bertanya
Jean chante. Jean chante-t-il?
Marie chante. Marie chant-t-elle?
Les garcon chantent. Les garcons chantent-ils?
Les filles chantent. Les filles chantent-elles?
Jean et Marie chantent. Jean et Marie chantent-ils?

Pada kalimat tak langsung
Yaitu dibelakang kata kutipan, misalnya “kata dia” etc.
“il y a huit siècles, a dit papa, les rois......”

Periphrase grammaticale
Periphrase grammaticale adalah suatu uraian lengkap untuk menekankan kata tertentu atau bagian tertentu dari sebuah kalimat.  Contoh :
C’est Henriette qui a envoyé la lettre.

Dengan bantuan periphrase grammaticale, orang dapat menekankan tiap bagian dari kalimat. Perhatikan contoh berikut :

Hier, Pierre a donné ses billets à son ami avec plaisir.
(Kemarin Pierre telah memberi gundu-gundunya kepada temannya dengan senang hati).

1. C’est hier que Pierre a donné ses billes à son ami avec plaisir.
2. C’est Pierre qui a donné hier ses billets à son ami avec plaisir.
3. Ce sont ses billets que Pierre a données hier à son ami avec plaisir. (Perhatikan données)
4. C’est avec plaisir que Pierre a donné hier ses billets à son ami.
C’est.......qui/que jika kata yang ditekankan dalam bentuk tunggal;
Ce sont ......qui/que jika kata yang ditekankan orang ketiga jamak.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kuasai Bahasa Prancis - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -