Présent du subjonctif
Sebagaimana kita tahu bahwa ada 3 jenis kalimat, yaitu:
1) kalimat yang menyatakan bahwa perbuatan, peristiwa atau tindakan sebenarnya sedang terjadi. Misalnya : Dia menghisap rokok.
2) kalimat yang menunjukkan larangan, permohonan atau suruhan. Umpama : janganlah berjalan terlalu cepat!
3) kalimat yang mengungkapkan : keinginan, kemauan, kerinduan atau kepentingan. Dalam bahasa Prancis konsep pemahaman keinginan, kemauan ini dan sebagainya ini dinamakan subjonctif.
Subjonctif terkait dengan 2 waktu, yaitu waktu kini (présent du subjonctif) dan waktu lampau (imparfait du subjonctif). Untuk membuat présent du subjonctif dapat dilakukan dengan cara mengambil atau memotong – nt dari orang ketiga jamak (présent de l’indicatif) dan hasilnya merupakan orang pertama tunggal pada subjonctif.
Misalnya:
Ils craigne-nt, orang ketiga jamak présent (infinitif: craigner) menjadi : que je craigne, yaitu orang pertama subj.).
Seterusnya dengan menambah akhiran ( -e, -es, -e, - ions, iez, - ent) dibelakang rumusan itu, dengan mudah kita dapat membuat bentuk subjonctif ini pada verba lain, kecuali kata kerja : être, avoir, aller, faire, pouvoir, savoir, valoir dan vouloir. Sebab verba-verba yang disebutkan belakangan ini adalah présent du subjonctif tidak beraturan, sehingga perlu perhatian dari Anda.
Seperti telah dijelaskan bahwa subjonctif menyatakan perasaan seseorang, maka akan timbul pertanyaan : kapan terjadinya subjonctif?
a. Jika dalam kalimat pokok terdapat kata kerja yang menyatakan :
1). suatu keinginan (vouloir, exiger, désirer)
Contoh :
Je veux que vous travailler.
(saya mau kamu sekalian/anda bekerja).
On exige que nous partions.
(Orang menuntut supaya kami berangkat).
2). suatu perasaan (craindre, regretter, être content, c’est dommage);
Contoh :
Elle craint que sa mere soit tombée malade.
(dia takut sampai ibunya jatuh sakit).
C’est dommage qu’il ne fût pas venu.
(Sayang bila dia tidak datang).
3). sebuah keraguan atau ingkar (douter, nier). Contoh :
Je doute qu’elle soit heureuse.
(Saya ragu apakah dia berbahagia).
4). suatu keharusan atau ke (tidak) mungkinan (il faut, il est nécessaire, il est (im) possible).
Contoh :
Il était nécessaire qu’on eût plus d’argent.
(Adalah perlu bahwa orang memiliki uang lebih).
b. jika antara kalimat pokok dengan anak kalimat menggunakan kata-kata sambung afin que, avant que, sans que.
Contoh :
Il travaille afin qu’il réussisse.
(Dia bekerja sampai dia berhasil (akan berhasil).
Nous venons avant que vous soyez parti.
(Kami datang sebelum anda berangkat).
Il partait sans que personne ne le vît.
(Dia berangkat tanpa seseorang melihatnya).
dalam anak kalimat sifat, jika anteseden (yang berarti “sesuatu benda/orang” yang telah diketahui sebelumnya).
c. memenuhi persyaratan yang pasti.
Contoh :
Il n’y a personne qui puisse faire cela.
(Tidak seorang pun yang dapat mengerjakan itu).
Jakarta est la plus belle ville qu’il y ait dans notre pays.
(Jakarta adalah kota paling bagus yang ada di negara kita).
présent du subjonctif pada verba beraturan.
donner punir
que je donne que je punisse
que tu donnes que tu punisses
qu’ il/elle donne qu’il/elle punisse
que nous donnions que nous punissions
que vous donniez que vous punissiez
que ils/elles donnent que ils/elles punissent
vendre devoir
que je vende que je doive
que tu vendes que tu doives
qu’il/elle vende qu’il/elle doive
que nous vendions que nous devions
que vous vendiez que vous deviez
qu’ils/elles vendent qu’ils/elles doivent
Présent du subjonctif pada verba tak beraturan.
Présent du subjontif pada kata kerja tidak beraturan mempunyai akhiran sama seperti kata kerja beraturan. Ada sejumlah verba tak beraturan, dimana akhirannya berada di belakang akar. Pelajarilah skematis berikut.
dire voir
que je dise que je voie
que tu dises que tu voies
qu’il/elle dise qu’il/elle voie
que nous disions que nous voyions
que vous disiez que vous voyiez
qu’ils/elles disent qu’ils/elles voient
partir lire
que je parte que je lise
que tu partes que tu lises
qu’il/elle parte qu’il/elle lise
que nous partions que nous lisions
que vous partiez que vous lisiez
qu’ils/elles partent qu’ils/elles lisent
mettre rire
que je mette que je rie
que tu mettes que tu ries
qu’il/elle mette qu’il/elle rie
que nous mettions que nous riions
que vous mettiez que vous riiez
qu’ils/elles mettent qu’ils/elles rient
servir
que je serve
que tu serves
qu’il/elle serve
que nous servions
que vous serviez
qu’ils/elles servent
Perubahan akar terjadi pada kata kerja tak beraturan yang berikut.
avoir être
que j’aie que je sois
que tu aies que tu sois
qu’il/elle ait qu’il/elle soit
que nous ayons que nous soyons
que vous ayez que vous soyez
qu’ils/elles aient qu’ils/elles soient
aller faire
que j’aille que je fasse
que tu ailles que tu fasses
qu’il/elle aille qu’il/elle fasse
que nous aillions que nous fassions
que vous ailliez que vous fassiez
qu’ils/elles aillent qu’ils/elles fassent
pouvoir vouloir
que je puisse que je veuille
que tu puisses que tu veuilles
qu’il/elle puisse qu’il/elle veuille
que nous puissions que nous voulions
que vous puissiez que vous vouliez
qu’ils/elles puissent qu’ils/elles veuillent
tenir venir
que je tienne que je vienne
que tu tiennes que tu viennes
qu’il/elle tienne qu’il/elle vienne
que nous tenions que nous venions
que vous teniez que vous veniez
qu’ils/elles tiennent qu’ils/elles viennent.
Pemakaian présent du subjonctif
Seperti dimaklumi, present du subjonctif dipakai dalam kalimat yang berdiri sendiri. Contoh :
Dieu soit loué. - Semoga Allah memuji mereka.
Vive la reine. - Hidup ratu.
Di sini dalam kalimat berdiri sendiri menyatakan sebuah doa selamat.
Umumnya subjonctif hanya digunakan dalam kalimat yang sangat tergantung kepada kalimat lain. Kalimat pokoknya menyatakan semacam doa selamat, keinginan, kemauan, kecemasan, keharusan, kemungkinan ataupun ketidakmungkinan.
On veut que je punisse ce garçon – Orang mau agar saya menghukum anak laki-laki itu.
On exige que je l’avertisse. - Orang menuntut agar saya menegurnya.
Qui doute que je vende ma maison?- Siapa yang merasa ragu, jika saya menjual rumah saya?
On défend que je reçoive cet ami. - Orang melarang bila saya menerima teman itu.
Il est (im) possible que nous partions. - Adalah (tidak) mungkin bahwa kami berangkat.
Perhatikan!
Dalam kalimat bebas, subjonctif selalu didahului oleh que.
►