Verba (le verbe)
Verba yaitu kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat. Setiap verba akan mengacu kepada subjek atau pelaku. Dengan kata lain, setiap pelaku berbeda memiliki bentuk verba yang berbeda pula. Setiap perubahan bentuk verba ini biasa disebut konyugasi atau tasrif.
Di samping itu perubahan bentuk verba sangat tergantung kepada “waktu” kejadian, perbuatan atau tindakan berlangsung apakah dilakukan pada waktu kini, waktu lampau atau waktu akan datang. Bahasa Prancis seperti bahasa asing lainnya mempunyai bentuk “waktu-waktu” seperti yang disebutkan itu. Hanya yang perlu mendapat perhatian dari semua pembaca yaitu bahwa dalam bahasa Prancis cukup banyak susunan verba yang tidak beraturan selain dari beraturan tentunya.
Waktu (les temps)
Dalam bahasa Prancis, perubahan bentuk verba-verba dibagi menurut waktu: waktu kini, waktu lampau dan waktu akan datang. Selanjutnya verba-verba berdasarkan waktu-waktu ini dapat dibagi lagi menjadi verba-verba dengan konyugasi beraturan dan tidak beraturan.
Kala kini (présent)
Seperti dijelaskan dalam halaman sebelumnya bahwa le présent de l’indicatif (waktu kini belum selesai) merupakan waktu kini dimana perbuatan atau tindakan sedang dilakukan atau masih berlangsung. Konyugasi avoir – mempunyai; dan être – adalah, secara lengkap dapat Anda pelajari dari schema berikut.
Verba-verba tidak beraturan (les verbes irréguliers)
Dalam bahasa Perancis cukup banyak verba dengan konyugasi tidak beraturan. Namun yang paling utama jumlahnya ada 2 dan kedua verba ini selain sebagai verba yang berdiri sendiri juga berfungsi sebagai verba bantu. Kedua verba dimaksud yakni être (adalah) dan avoir (mempunyai/ memiliki).
a.
Verba pembantu:
être dan
avoir
1)
Être [baca e:tre], merupakan verba pertama yang tidak beraturan.
Konyugasi lengkap être sebagai berikut :
Je suis
-
Aku ada (lah) (orang pertama tunggal)
Tu es
-
kau ada (lah) (orang kedua tunggal)
Il est
-
Ia (m) ada (lah) (orang ketiga tunggal)
Elle est
-
Ia (f) ada (lah) (orang ketiga tunggal)
Nous sommes
-
Kita ada (lah) (orang pertama tunggal)
Vous êtes
-
Kamu/Anda ada (lah) (orang kedua tunggal)
Ils sont
-
Mereka ada (lah) (orang ketiga jamak)
Elles sont
-
Mereka ada (lah) (orang ketiga jamak).
Remarque (penjelasan):
Je suis. s di akhir tidak diucapkan → (zye swi)
Tu es. s huruf akhir tidak diucapkan → (tu è:)
Il/elle est. Huruf st terakhir tidak diucapkan. → (il/elè:)
vous êtes : dilafalkan berkait; s menjadi z. → (vuze:te)
ils sont, elles sont; s ditengah diucapkan tajam : (ilssont, elssont).
Untuk membuat kalimat tanya, cukup dengan melakukan inversi terhadap susunan verba tersebut dan membubuhkan sebuah tanda hubung kecil (-) di antaranya. Contoh :
1.
Suis-je?
5. Sommes-nous?
2.
Es-tu?
6. Etes-vous?
3.
Est-il?
7. Sont-ils?
4.
Est-elle?
8. Sont-elles?
Remarque
Il est, elle est, ils sont, elles sont; t tidak diucapkan.
Sementara bentuk-bentuk : est-il? est-elle? sont-ils harus dikaitkan lafalnya, maka t ini harus Anda lafalkan!
Seperti avoir, être dipakai pula untuk menyatakan keadaan, perumpamaan, situasi dan suruhan.