Kalimat langsung dan tidak langsung (le discours direct et le discours indirect)

Seperti halnya dalam bahasa Indonesia, bahasa Prancis juga mengenal bentuk kalimat langsung dan tidak langsung. Kalimat langsung yaitu kalimat yang dikatakan oleh seseorang tanpa mengubahnya dengan memberi tanda petik (“”) di awal dan di ujung kalimat. Sementara yang disebut dengan kalimat tidak langsung adalah kalimat yang disampaikan itu telah diubah subjeknya dan selanjutnya ditambah kata “bahwa”. Kalimat seperti ini disebut le discours direct et le discours indirect.

Exemples:
le discours direct:
Vous dites: “Ils doivent faire ses devoirs”.
(Anda berkata: “Mereka harus mengerjakan tugas mereka”).
Le chef dit: “Vous devez taper cette letttre”.
(Atasan berkata: “Anda harus mengetik surat ini”).
“Que veux-tu?” (“Apa yang kamu mau?”)
le discours indirect:
Vous dites qu’ils doivent faire ses devoirs.
(Anda berkata bahwa mereka harus mengerjakan tugas mereka).
Le chef dit que vous devez taper cette lettre.
(Atasan berkata bahwa Anda harus mengetik surat ini).
Dis-moi ce que tu veux (Katakan padaku apa yang kamu mau).

Kalimat pasif (la voix passive)
Anda pasti telah mengetahui bahwa kalimat pada dasarnya terbagi kedalam 2 jenis yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Kalimat aktif dimana pelakunya melakukan sesuatu pekerjaan, tindakan, perbuatan atau dalam bahasa Prancis disebut le sujet fait l’action. Contoh :  Jan memukul anjing. Sedangkan kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif dimana pelaku dikenai atau mengalami tindakan dari kata kerja atau disebut le sujet subit l’action. Contoh : Anjing dipukul oleh Jan.

Untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif, dalam bahasa Prancis digunakan sebuah verba bantu, yakni être. Dengan demikian makna être sampai dengan saat ini ada 2 yaitu “ada (lah)” dan “di” dalam pengertian kalimat pasif.

Contoh :
Jan memukul anjing (aktif). -  Jean bat le chien.
Anjing dipukul oleh Jan (pasif). -  Le chien est battu par Jean.

Attention!
Pelengkap penderita dari bentuk aktif menjadi subjek dalam bentuk pasif.
Subjek dari bentuk aktif (Jean) menjadi keterangan bersama par.
Predikat menjadi kata bagian masa lampau dengan kata kerja bantu être.

Contoh lain:
Lampu dinyalakan oleh tuan R.- La lampe est allumée par Monsieur R.
Pintu dibuka oleh nyonya R. – La porte est ouverte par Madame R.
Jendela ditutup oleh P. – La fenêtre est fermée par P.
Apabila keterangan tanpa par, être ini berarti “dalam” menyatakan keadaan:

Lampu dalam keadaan menyala. – La lamp est allumée.
Pintu dalam keadaan terbuka. – La porte est ouverte.
Jendela dalam keadaan tertutup. – La fenêtre est fermée.
Jika dibuat dalam bentuk waktu lampau, maka :

La lamp a été allumée. = lampu sudah dinyalakan.
La porte a été ouverte. = pintu sudah dibuka.
La fenêtre a été fermée.= jendela sudah ditutup.
Bentuk ini masih bisa ditambah dengan par :
La lamp a été allumée par M.R. = lampu sudah dinyalakan oleh tuan R.
La porte a été ouverte par Madame R. = pintu sudah dibuka oleh nyonya R.
La fenêtre a été fermée par P.= jendela sudah ditutup oleh P.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kuasai Bahasa Prancis - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -